Sabtu, 14 November 2020

Kemerdekaan diri

Kemerdekaan diri tercipta dari ruang fikiran yang bersemayam dalam hati. 

Seketika merenung dengan siklus aktifitas sehari-hari mulai dari bangun tidur sampai kembali tertidur namun tak merasakan ketenteraman sejati dalam diri, yang ada hanya kebahagiaan dari pencapaian-pencapaian yang sifatnya sementara. Setelah itu kembali merasakan ketidaktentraman dalam diri.

Mengurai dari akar permasalahan sehingga kita sadar dimana sedang terjadi konfrontasi antara ruh dengan jasad, hakikatnya keinginan ruh selaras dengan fitrah, namun jasad mendorong kepada rayuan Nafs (nafsu), dengan begitu konsep sadar menjadi hal yang fundamental bagaimana kita akan melangkah ataupun bergerak dalam kehidupan sehari-hari.

Jika fitrah se ekor ikan yang habitatnya adalah di dalam air namun kita taruh didarat, begitulah konfrontasi antara fitrah dan Nafsu yang akan selalu menimbulkan pertentangan menjadi ketidak nyamanan dalam menjalankan hidup atau sering kita rasakan tidak enak hati, risih yang dimana hati dan keinginan tidak selaras, sebagai contoh ketika langkah kita berorientasi menuju "keburukan" namun hati berkata "tidak" Disitulah letak fitrah selalu ikut andil dalam kehidupan kita.
Tak lepas dari itu, begitu penting kita mengenali jati diri yang sesungguhnya untuk bisa berorientasi dalam menjalankan roda kehidupan sesuai fitrah manusia diciptakan ke muka bumi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar